Pagi yang mulai beranjak siang saya baru berangkat gowes. Mana kala banyak gowesser sudah sudah jauh bahkan hampir sampai tujuan ini saya baru berangkat heheh.. Sebenarnya pagi ini awalnya tidak tahu mau gowes ke mana, seperti biasanya saya gowes tanpa tujuan pasti, tapi pas baru berangkat saya berpapasan dengan tetangga. Saya disapa dengan pertanyaan "Mau ke mana?". Saya jawab dengan asal "Ngoro..". Saya pikir dari pada mikirin tujuan mau gowes ke mana, sekalian saja jawaban asal saya tadi dijadikan tujuan, Ngoro.
![]() |
| Sumber Ketapang Bening, di Ngoro ini meskipun merupakan kawasan industri masih banyak dijumpai mata air. |
Ngoro adalah kawasan industri di Mojokerto, banyak pabrik di sini. Buat yang suka gowes Ngoro sering kali di-skip karena memang gak banyak tempat tujuan yang asyik. Tahu Ranu Manduro yang popularitasnya naik turun mengikuti algoritma media sosial itu? Ya tempat itu ada di Ngoro, tapi kali ini saya tidak mau k sana, sudah pernah. Saya akan blusukan ke tempat yang belum pernah saya kunjungi.
Masih pagi saya sudah sampai pasar Sedati. Pasarnya masih ramai sekali. Di sebelah utaranya sedati ini ada taman terbuka dengan banyak kios penjual jajanan. Awalnya saya ingin mampir dan jajan di sana, tapi kok sepertinya masuknya harus bayar. Apa mungkin yang bayar cuma parkir motor aja ya? entahlah. Melihat portal masuk yang tertutup separuh dan dijaga membuat saya mengurungkan buat mampir ke sana. Saya pengen yang gratis-gratis aja. Sedang berhemat. Saya lanjut gowes lagi dan tidak punya tujuan lagi.
![]() |
| Pemandangan pagi waktu berangkat. |
Sampai jalan raya saya coba ke timur dulu, menjauh. Masih pagi, saya masih belum ingin pulang. Setelah melewati jalan raya saya masuk ke jalan kampung lagi. Menuju ke arah Candi Bangkal. Jalanan kampung dan persawahan bergantian saya lewati. Sampai di satu titik saya melihat ada gerumbulan pepohonan besar dengan tajuk yang lebar. Tempat seperti ini biasanya ada mata airnya. Kalau pun tidak minimal jadi tempat yang nyaman untuk berteduh, hari sudah mulai agak siang.
Dari tempat saya berdiri memperhatikan pepohonan itu, saya masih harus jalan memutar kalau mau ke sana. Sebab tidak saya temukan jalan ke sana dari tempat saya berdiri. Lanjut gowes melewati jalan beton dan setapak di tengah sawah. Saya ikuti jalan setapak yang mengecil namun tiba-tiba jadi lebar seukuran truk bisa masuk. Ternyata area ini dulunya bekas galian tambang pasir. Semakin dekat dengan pohon besar yang menjadi tujuan.
Akhirnya sampai juga di Sumber Ketapang Bening (barusan saya cek namanya di Google Maps). Uniknya tempat ini, meskipun terlihat gersang dan berada di antara kawasan industri, masih ada matai air yang menyembul. Keren. Nikmat sekali berteduh di bawah pepohonan besar dan hembusan semilir angin. Selain pepohonan di sini juga ada beberapa bangunan, mungkin untuk shelter. Oh ya, ada makam juga di sini, tanpa keterangan milik siapa. Saya berhenti cukup lama di tempat ini. Mungkin ini menjadi tujuan akhir saya, setelah ini mau pulang saja.
| Baru sampai di Sumber Ketapang Bening. Kalau tidak salah ada dua sumber di sini, di foto ini yang sebelah utara dan satunya lagi ada di selatan. Masih satu area tapi agak berjarak. |



Comments
Post a Comment