Subscribe

Popular Posts

Flickr Images

Like us on Facebook

Skip to main content

RIP Pentax MX-1

 Kamera yang membuat saya selalu ingin memotret sekarang telah usai masa kerjanya. Kamera ini telah benar-benar rusak dan tidak bisa digunakan lagi, sayang sekali. Sekarang saya hanya bisa menyimpannya sebagai bahan koleksi tanpa bisa dipakai.

Pentax MX-1. Kamera andalan ketika bepergian.

Sedikit kilas balik ketika saya membeli kamera ini dulu. Waktu itu berkeinginan-memiliki kamera ini karena ingin punya kamera lagi setelah bertahun-tahun menggunakan satu kamera, Canon 600D. Saya ingin kamera yang enak buat motret waktu traveling atau sekedar jalan-jalan. Bawa Canon 600D rasanya sudah terlalu besar, saya butuh kamera yang lebih compact. Saya nonton banyak video di Youtube untuk mencari seperti apa kamera yang ada di pasaran, siapa tahu ada kamera dari brand yang tidak terlalu populer tapi punya kamera yang menarik.

Dari awal saya memang mencari kamera yang photo centric karena berencana menggunakan kamera ini lebih banyak untuk foto-foto, syukur jika ada fitur videonya juga. Puluhan video saya tonton dan akhirnya terpana dengan Pentax MX-1. Kamera ini desainnya cakep, fitur foto dan lainnya apik juga. Saya langsung tertarik mencarinya di market place.

Waktu saya beli kamera ini umurnya sudah agak lama dari tahun rilis. Artinya sudah tidak ada lagi unit barunya. Bagi saya itu tidak masalah karena budget saya juga cuma cukup untuk unit bekas. Tiap kali saya menyambangi web toko online saya selalu mencari apakah ada yang menjual kamera ini. Beberapa bulan saya mencari kamera ini di berbagai market place sambil menabung. Sampai akhirnya saya ketemu juga dengan toko online yang menjualnya, dengan harga yang masuk akal dan sesuai budget. Waktu itu hype digicam belum melambung, jadi harganya masih terbilang murah. Dibandingkan saat ini yang harga bekasnya saja bisa beli kamera baru.

Motret di Singapur sehabis hujan.

Saat kamera ini akhirnya datang setelah beberapa hari dibawa oleh kurir. Waktunya unboxing saya excited dan happy sekali. Saya langsung coba untuk motret bunga dan daun di sekitar rumah dan apa saja. Senang sekali rasanya.

Sejak memiliki Pentax MX-1 saya memang sering membawanya bepergian. Kamera saya yang sebelumnya Canon EOS 600D malah jadi jarang saya pakai. Pentax MX-1 memang jenis kamera yang menyenangkan. Desain kameranya yang ala-ala SLR analog bikin menentengnya jadi makin percaya diri. Hasil fotonya juga bagus meski sebenarnya saya kurang sreg dengan tone warnanya.

Ketika di Melaka langit biru cerah, cuacanya sedang panas. Enak-enak saja motret dengan Pentax MX-1 ini. Dibawa jalan-jalan enak digenggam.

Akhirnya pernah ke Arab juga. Perjalanan jauh dengan kamera kompak begini enaknya bisa disakuin. Kemana-mana ringan bawanya. Waktu di area bandara juga bisa masuk ke tas kecil aja bareng paspor.

Kebahagiaan itu ternyata ada masanya, akan ada waktunya kebahagiaan itu berakhir menjadi sedih dan kecewa. Menjelang akhir tahun kemarin ketika saya gowes sambil membawa kamera ini, untuk pertama kalinya saya menyaksikan sendiri kamera ini mengalami error. Lensanya tiba-tiba nyangkut. Waktu itu ketika selesai motret dan mematikan kamera, tiba-tiba lensa tidak mau menutup sempurna. Saya coba nyalakan lagi kamera masih bisa nyala dan digunakan, tetapi ketika dimatikan lensa masih tetap tidak mau masuk semua. Beberapa kali saya coba lagi di sela gowes, kadang lensa bisa menutup tapi ketika dinyalakan tidak mau keluar. Kadang juga ketika zoom in-out terjadi error, tentu saja sudah jelas masalahnya. Akhirnya kamera saya matikan dan tidak saya gunakan sama sekali sejak saat itu. Pulang gowes yang biasanya ceria menjadi agak galau.

Empat bulan berselang saya membawanya ke tukang service di luar kota. Saya mencoba memperbaikinya di sana. Saya berharap kamera ini bisa digunakan lagi. Setelah menyampaikan masalah yang saya alami, saya tinggalkan kamera di sana. Tukang service menyanggupi akan mengecek terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan.

Gowes di Trenggalek. Beberapa bulan sebelum kamera menunjukkan gejala kerusakan. Waktu itu saya mulai beralih dari tas pinggang ke chalk bag yang diikat di stang sepeda. Biar lebih ringan dan ringkas saja bawanya. Apa mungkin gara-gara kebiasan membawa kamera yang berubah ini yan mempengaruhi kinerja lensanya. Entahlah.
 

Beberapa jam sebelum rusak. Waktu itu gowes di sekitaran Waduk Kalimati. Sempat berhenti dan motret beberapa kali. Ketika motret ini belum sadar kalau sebentar lagi kamera akan rusak. Sebelum gowes hari itu belum pernah ada gejala atau tanda-tanda kamera akan mengalami kerusakan.

Foto-foto terakhir sebelum kamera rusak. Saat motret bebek-bebk di sungai ini lah saya baru menyadari kalau ada yang tidak beres dengan kamera Pentax MX-1. Lensa nyangkut tidak mau masuk ke dalam body ketika dimatikan. Ketika dinyalakan lagi masih bisa motret tapi kesulitan mendapatkan fokus. Setelah itu saya berusaha mematikan kamera lagi tapi lensa masih tidak mau masuk. Mau dipaksa tapi takut berakibat fatal. Pulang dari gowes siang itu hati mulai galau, senang karena gowes tapi juga mulai sedih dengan nasib kamera ini. Pelan-pelan saya harus menerima kenyataan kalau kamera ini tidak bisa digunakan lagi. Pada akhirnya pernyataan dari tukang service tentang kondisi kamera ini menjadi sebuah vonis.

Setelah sekitar satu bulan saya mendapat kabar dari tukang service kalau kamera saya sudah tidak bisa ditolong. Lensanya sudah rusak, solusi yang ditrawarkan adalah mengganti part yang rusak tapi mencari spare part atau lensa kanibal juga tidak ada. Akhirnya saya ambil saja itu kamera biarpun tidak bisa digunakan lagi.

Jika memperhatikan masalah yang saya alami. Sebenarnya kerusakan hanya terjadi di lensanya saja. Komponen lain seperti sensor dan fungsinya masih bisa jalan, tapi lensanya yang nyangkut tentu saja akan berakhir error. Membuat seluruh sistem kamera tidak bisa bekerja. Jika saja ada spare part atau kanibalan dari Pentax MX-1 lain mungkin kamera ini masih bisa diperbaiki dan dipakai.



Comments