Subscribe

Popular Posts

Flickr Images

Like us on Facebook

Skip to main content

Main Sebentar Ke Bromo

Late post. Akhir tahun kemarin, tepatnya menjelang pergantian tahun, Saya sempat main-main ke Bromo sebentar. Karena ini bukan pengalaman pertama Saya main ke Bromo membuat Saya tidak banyak berekspektasi, harapan-harapan akan sunrise dengan langit cerah tidak menjadi tujuan utama.  Yang terpenting bisa sampai dan pulang dengan lancar dan selamat. Apa lagi dengar-dengar Bromo, lebih tepatnya di jalan menuju Penanjakan sedang suka macet. Asal gak kena macet ada sudah cukup.

Ijo-ijo di Bromo.

Pada akhirnya tujuan pertama Saya mengantarkan untuk menunggu sunrise di Bukit Cinta karena kalau memaksakan diri ke Penanjakan takutnya nanti waktu turun terjebak macet. Ini di bukit cinta aja kalau mau turun harus menunggu jip yang parkir di jalanan putar balik dan membuka jalur. Ya karena jip-jip ini parkirnya menutup jalan dan banyak sekali sehingga menyebabkan kemacetan. Bahkan waktu mau turun ke Lautan Pasir, beberapa kali mengalami kemacetan, sangking banyaknya jip yang mau lewat.

Menunggu matahari terbit di Bukit Cinta.

Mengunjungi bibir kawah Gunung Bromo sekarang ini sudah tidak semenarik dulu lagi, apalagi bagi yang sudah pernah mendaki ke sana. Sekarang ini banyak wisatawan hanya menjelajah Lautan Pasir, Savana dan bukit-bukit di sekitar Bromo setelah melihat sunrise di Penanjakan. Mendaki Gunung Bromo memang melelahkan, mungkin itu yang menjadi pertimbangan banyak wisatawan untuk skip ke bibir kawah, mending ke lautan pasir atau pasir bebrbisik dan savana bukit teletubies yang tidak melelahkan, tinggal turun dari jip dan bisa langsung foto-foto. Selain itu mendaki gunung bromo juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Satu jam mungkin tidak cukup untuk berjalan naik ke atas bibir kawah lalu kembali lagi ke parkiran. Keburu siang.

Di Savana Bromo sekarang ini juga semakin banyak tempat yang photogenic, dengan pose sembarang saja bisa menghasilkan foto liburan yang bagus. Karena tempatnya yang memang sebagus itu. Ada Bukit Teletubbbies, Lembah Bantengan, dan Watu Gede.

Bukit Teletubbies. Tempat ini tersohor karena gundukan bukit besar nan hijau yang menyerupai set serial TV dari Inggris. Mungkin karena banyak orang yang dulu gemar menonton tayangan itu, sehingga ketika melilhat gundukan bukit yang diselimuti rerumputan hijau langsung terbayang akan bukit di belakang rumah Teletubies.

Orang-orang antri foto di Bukit Teletubbies.

Waktu itu, bukit ini lumayan ramai pengunjung. Di tempat ini orang-orang bisa puas berfoto.

Lembah Bantengan. Dengan segerumbulan pepohonan di tengah savana membuat tempat ini semakin estetik saja. Tentu saja selain memberikan pemandangan yang indah, tempat ini juga menjadi peneduh di tengah teriknya savana Bromo. Di tempat ini biasanya juga ada penjual bakso keliling yang diankut motor. Ya kali aja mau jajan bakso di sini.

Motret lembah bantengan dari kejauhan, sedang ada banyak pengunjung di sana. Dari sini juga kelihtan jalan menuju Jemplang. Kerumunan jip yang agak jauh itu merupakan Watu Gede.

Savana Bromo dengan awan yang terbang rendah, majestic.

Bukit Teletubbies dari kejauhan.

Jip yang mengantarkan turis menjelajahi Bromo.

Jip parkir.
Watu Gede. Dari tempat ini, kalau perjalanan di lanjutkan bisa tembus dengan Jemplang. Dari Jemplang bisa lanjut ke Ranu Pani atau pulang ke Malang.

Bromo hari ini semakin terbuka bagi wisatawan, pengunjung hariannya selalu ramai, apalagi waktu weekend dan hari libur nasional. Persiapkan waktu dan budget yang pas untuk berwisata ke Bromo.

Comments