Night Photo Hunt at Dataran Merdeka Kuala Lumpur

9:00 PM

Pekan ke-dua bulan Januari 2020 Saya berkunjung ke Malaysia, ke Kuala Lumpur saja sudah banyak tempat yang dikunjungi. Salah satu tempat yang Saya kunjungi adalah Dataran Merdeka. Tempat ini merupakan kompleks bangunan kolonial Inggris. Di tengah-tengahnya ada lapangan yang luas, ya semacam aloon-aloon, tapi hanya tanah lapang dengan rumput saja. Di tempat ini juga ceritanya dulu merupakan tempat pengibaran bendera Malaysia pertama saat deklarasi kemerdekaan, lepas dari kolonial Inggris. Itu lah kenapa dinamakan Dataran Merdeka.

Bangunan Sultan Abdul Samad dipotret saat malam menggunakan kamera Pentax MX-1

Mungkin Saya tidak akan terlalu banyak bercerita tentang tempat dan bangunan lawas di Dataran Merdeka. Di posting ini Saya akan berbagi foto-foto saat Saya jala-jalan di sana malam hari. Ya, Saya ke sana malam-malam karena baru sempat dan kebetulan hotel tempat Saya menginap tidak jauh dari Dataran Merdeka, jadi Saya benar-benar jalan kaki ke sana.

Oh iya, foto-foto yang saya bagikan di sini dipotret menggunakan kamera Pentax MX-1. Saya menyukai kamera ini karena kesederhanaannya, selain itu kualitas gambarnya juga bagus meskipun kamera lawas, dan ternyata kualitas foto low light-nya pun juga mantab.



Saya berjalan dari kawasan Masjid India menuju Laluan Kolonial, sebutan untuk jalur trotoar yang menghubungkan setiap bangunan kolonial. Saya agak lupa (malas browsing) nama-nama gedung kolonial yang Saya lewati. Kalau tidak salah yang pertama itu Mahkamah Tinggi Lama, semacam gedung pengadilan masa kolonial. Di dekat bangunan ini terdapat Sungai Gombak dan kalau malam dari sungai ini yang berada dalam kawasan Laluan Kolonial, menyemprotkan air lembut sekali, sehingga tampak seperti kabut, kemudian dari tepian sungai di sorot lampu, jadi semakin berwarna. Di atas sungai ini terdapat jembatan, ya masih jalur Laluan Kolonial tadi. Dari atas jembatan ini bisa langsung melihat KLCC.
Mahkamah Tinggi Lama dengan sungai di depannya yang menyemprotkan air lembut.
Sungai Gombak dengan semprotan air layaknya kabut, atau mungkin memang asap-asapan.

Jembatan di sisi banguna Mahkamah Tinggi Lama.

Bergeser ke Bangunan Sultan Abdul Samad yang berseberangan dengan lapangan tempat pengibaran pertama bendera Malaysia. Saya dapat cerita ini dari papan penunjuk arah yang lengkap dengan cerita bersejarah kawasan Dataran Merdeka ini.
Bangunan Sultan Abdul Samad dari seberang jalan. Saya tahu kalau saja Saya berjalan agak jauh dari bangunan ini akan mendapatkan angle foto yang berbeda, yang bisa menangkap keseluruhan gedung. Tapi malam itu Saya sudah lumayan capek untuk berjalan.
Lapangan di depan Bangunan Sultan Abdul Samad, tempat pengibaran pertama bendera Malaysia.
Gereja, lupa juga namanya, yang ingin Saya bilang, saat motret tempat ini remang-remang. Tidak ada lampu utama dari sisi ini, yang menerangi cuma pancaran lampu LED dari videotron segede gedung di  seberang jalan. Kamera Pentax MX-1 ternyata mampu menangkap gambar dengan cahaya minim apa lagi handheld.
KLCC di potret dari Dataran Merdeka, di tepian Sungai Gombak.
Jalan yang Saya lewati saat kembali ke Hotel.
Di sepanjang trotoar yang menghubungkan bangunan di Dataran Merdeka, ditempel badge semacam ini untuk memberitahukan sedang berjalan di jalur atau kawasan mana.

Tidak seluruh kawasan Dataran Merdeka Saya jelajahi, karena memang sudah malam, dan semakin malam Saya rasa Saya harus segera kembali ke hotel untuk istirahat. Dalam perjalanan kembali ke hotel Saya memutar melewati jalur yang berbeda. Saya melewati gereja dan sungai yang dibranding sebagai Nadi Kehidupan. Saya mengira maksudnya agar masyarakat juga ikut menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah ke sungai, juga sebagai saksi peradaban sungai yang melintasi Kuala Lumpur ini.

Ketika malam kawasan ini ternyata sepi, entah di tempat lain di Kuala Lumpur.

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe