Berwisata Alam di Krisik Blitar

8:43 PM

Di sudut Kabupaten Blitar, ada satu desa yang pernah Saya kunjungi, Krisik. Kebetulan ada teman yang berasal dari sana juga, jadi bisa menginap dan gak cuma sekali ke sana. Desa yang rencananya mau dijadikan Desa Wisata, entah sekarang sudah berjalan apa belum. Dua kali ke sana, apa saja yang Saya temui?

Telaga Rambut Monte

Telaga Rambut Monte
Mungkin inilah alasan kebanyakan orang mengunjungi Krisik. Di desa ini ada sebuah telaga dengan air yang sangat jernih. Warga sekitar mengkeramatkan telaga ini sehingga tidak boleh dicemplungi. Makanya itu kebersihan dan kelestarian telaga ini selalu dijaga. Telaga ini juga merupakan mata air. Saking jernihnya, dari permukaan kita bisa melihat air yang menyembul dari bawah. Di telaga juga terdapat banyak ikan. Ikan-ikan ini kabarnya juga dikeramatkan, banyak larangan dan alasan kenapa tidak boleh diambil. Jadinya ikannya tetap banyak dan besar-besar. Oh iya, sebelum memasuki telaga, di pelataran parkir kita bisa melihat sebuah candi setinggi badan orang dewasa. Konon ceritanya candi ini sudah ada di sana sejak zaman Majapahit.

Bendungan Sumber Dandang
Tidak jauh dari Rambut Monte, ada bendungan yang menahan air dari mata air juga sepertinya. Airnya deras dan di bendungan ini boleh dicemplungi, artinya di sini boleh dipakai mandi. Saya pun mencobanya, bermain air di sana. Tidak lama karena memang sudah sore dan ternyata dingin juga di sana.


Peta lokasi Desa Krisik.

Kebun Kopi
Buat para menikmati kopi yang selama ini cuma mentok di warung kopi. Coba deh sesekali main ke kebun kopinya langsung. Dari Malang, kebun kopi di Krisik ini lumayan mudah dijangkau. Mungkin agak jauh dan memutar karena melewati Selorejo, tapi jalannya enak kok. Waktu itu saat di sana, kebun kopi yang Saya kunjungi sedang tidak berbuah lebat, tapi masih ada beberapa. Ada yang masih hijau ada juga yang sudah memerah.
Dari kejauhan, air di Telaga Rambut Monte tampak hijau. Setelah didekati ternyata airnya jernih sekali.
Saking jernihnya air, lumut di dasar telaga sampai terlihat jelas, itu lah yang membuat airnya tampak hijau dari kejauhan.
Ikan-ikan di Telaga Rambut Monte.
Duduk-duduk di tepi telaga.
Bendung Sumber Dandang.
Pura Agung Arga SuryaDi Krisik juga ada Pura, pada saat-saat tertentu Pura ini akan ramai pengunjung. Oh iya perlu Saya tegaskan kalau Pura itu tempat beribadah bukan tempat wisata, jadi ya yang sopan. Menariknya, dari jalan masuk ke Pura ini kalau sudah sore, kita bisa melihat matahari terbenam, sunset dengan panorama yang epik. Sawah-sawah dan perkampungan, kemudian bukit-bukit di barat yang akan menyembunyikan matahari.


Video pendek yang sempat Saya buat ketika mengunjungi Krisik.

Susu Sapi Segar
Krisik juga dikenal sebagai Desa penghasil susu, banyak warga yang memelihara sapi perah di sini. Setiap pagi susu perahan akan diangkut mobil tangki untuk dibawa ke pabrik. Kita juga bisa memesan atau membeli langsung dari peternak sapi perah. Meminum susu sapi segar bagi sebagian orang rasanya mungkin akan aneh karena kebanyakan orang di sini terbiasa dengan susu berperasa vanila atau coklat. Susu segar memang kadang berbau amis dan eneg, tapi kalau bis mengabaikan rasa itu, ya enak-enak aja kok.

Selama di sana Saya juga diberi tahu sama teman kalau pada waktu tertentu dalam satu tahun, akan ada kegiatan besar semacam bersih desa atau lainnya. Saat acara itu digelar, Desa Krisik akan ramai pengunjung karena juga akan banyak pertunjuka tradisional, dan tentu saja syukuruan warga.

You Might Also Like

1 komentar

  1. wuih rambut monte, penasaran asal usul namanya ada kata "rambut"

    ReplyDelete

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe