Laptop Yang Pernah Aku Miliki dan OS-nya

12:15 PM

Sampai sekarang, laptop masih menjadi kebutuhan primer untuk beberapa keperluanku, browsing dan menulis di blog misalnya. Sejak pertama kali punya laptop, Saya sudah tiga kali ganti dengan berbagai alasan. Dulu memiliki laptop merupakan sebuah kewajiban karena Saya kuliah di Jurusan Teknik Informatika.

Menggunakan laptop untuk nge-blog.

Seiring berjalannya waktu, ada saja keadian yang memaksa Saya berganti laptop. Mulai dari hilang yang kemungkinan dicolong maling sampai rusak hingga mati total gara-gara chipset VGA-nya jebol. Dua masalah yang memaksa Saya ganti laptop.

Cerita dibaliknya; laptop yang pertama adalah Toshiba Satellite L-Series, lupa tepatnya tipe berapa. Waktu itu belinya tahun 2009, semester pertama kuliah. Senang sekali bisa punya barang canggih ini. Dibeli tanpa banyak pertimbangan spek dan harga asal mampu dibayar, yang penting punya dulu. Saya agak lupa spek-nya, yang Saya ingat memiliki Prosessor Intel Core i3, RAM 2GB, HDD 320GB, dan VGA ATI Radeon, kira-kira begitu. Kemana-mana selalu Saya bawa, tidur pun selalu di sebelah laptop. Paling sering digunakan untuk ngerjain tugas kuliah. Sistem Operasi yang diinstall Windows 7 Ori karena tugas kuliah kebanyakan aplikasinya di Windows, hehehe.. bisa nyombong ke teman-teman yang banyak pake software pak tani.
Laptop pertama. Sudut yang tertangkap kamera. Sebelum hilang tidak ada foto yang menangkap seluruh badan laptop.

Bersama laptop ini, selain digunakan untuk mengerjakan tugas kuliah tentu saja pernah buat main game dan coba install OS selain Windows. Soal main game Saya tidak terlalu suka, paling juga main game arcade atau puzzle kadang-kadang main Warcraft rame-rame bareng teman-teman. Sedangkan OS yang pernah saya install selain Windows adalah Linux distro Ubuntu karena itu yang paling mudah instalasinya. Linux di laptop gak pernah lama karena tidak menunjang kebutuhan dan kadang install-nya dual boot. Pernah juga install Mac OS X tapi gagal.

Nasib laptop pertama Saya, Toshiba Satellit L-Series, berakhir pada suatu pagi saat Saya tinggal menyala di kamar untuk buang air besar ke toilet. Ketika kembali ke kamar laptop sudah raib, digondol maling. Sedih sekali.

Laptop ke-dua, Asus N43S. Laptop paling keren yang Saya punya. Dibeli dengan banyak pertimbangan, spek lumayan tinggi dan bisa diinstall OS X pastinya. Spesifikasinya Prosessor Intel Core i5 2.5GHz, RAM 4GB, HDD 750GB, Dual VGA nVidia Geforce GT 630M 2GB dan masih beberapa fitur unggulan lainnya, sangat memuaskan sekali. Tidak lama setelah beli, laptop langsung Saya coba install OS X, berkali-kali gagal tapi akhirnya berhasil juga. Senang sekali akhirnya bisa, bukan soal berhasil install tapi lebih ke pembuktian diri kalau bisa melakukan hal yang sebelumnya sulit sekali.
Asus N43S baru dibeli, Webcam-nya bisa full screen. Saya ppotret menggunakan hape. Saat itu keybord laptop lazim ditutupi silikon agar tidak terkena debu.

Linux? tentu saja tapi cuma lebih ke main-main karena kebutuhan kuliah masih banyak di Windows. Selain itu OS X yang saya install tidak kunjung menemukan kext yang tepat untuk device VGA dan beberapa lainnya waktu itu. Jadi kemampuan laptop tidak optimal, kadang kipas pendingin laptop seperti dipaksa bekerja sampai laptop terasa panas, tapi bukan itu penyebab berakhirnya masa kerja Asus N43S Saya.

Satu waktu Setelah tiga tahun pemakaian, lewat tengah malam setelah bersenang-senang dengan laptop, saat proses shut down laptop Saya langsung mencabut kabel charger laptop dari colokan listrik. Laptop langsung mati pet. Saya lupa saat itu batrai laptop sedang dilepas. Paginya setelah bangun tidur saat mau menyalakan laptop lagi, laptop sudah enggan menyala. Saya bawa ke tukang service laptop di Kota Malang. Diagnosanya chipset VGA-nya yang rusak. Saat itu masih bisa diperbaiki dan laptop bisa menyala kembali. Tidak lama laptop rusak lagi, penyebab yang sama dan sama-sama tidak bisa menyala. Saya bawa ke tukang service lagi masih bisa diperbaiki. Tidak sampai satu pekan laptop mati lagi, kali ini sudah tidak ada harapan, laptop Asus N43S Saya sudah benar-benar tamat. Sakit sekali.



Laptop ke-tiga yang kini Saya gunakan, Toshiba Satellite L740, adalah laptop Ibu yang ngnaggur di rumah, tidak pernah dipakai. Saya menggunakannya sesaat setelah laptop Asus N43S rusak dan ketika sedang butuh-butuhnya untuk mengerjakan skripsi. Awalanya laptop ini sudah terinstall Sistem Operasi Windows tetapi karena ternyata lemot dan kebetulan untuk kebutuhan kuliah sudah tidak terlalu perlu menggunakan Windows lagi, Saya beralih ke Linux. Speknya Prosessor Intel Core i3 2.53GHz, RAM 2GB, HDD 320GB, VGA Intel juga seperti kebanyakan laptop murah.
Laptop yang saat ini Saya gunakan, paling sering untuk memindah file foto dan video dari kamera ke HDD.

Distro Linux yang saya pakai adalah Elemntary OS. Mau install Ubuntu tapi ternyata masih terlalu berat juga untuk laptop Saya. Akhirnya pakai Elementary OS yang interface-nya cakep ala-ala OS X tapi tidak bikin lemot. Tapi saya menggunakan Elemntary OS cuma sampai selesai mengerjakan skripsi. Setelah itu ganti OS lagi yang lebih ringan dan cukup memenuhi kebutuhan, Lubuntu. Masih turunannya Ubuntu juga tapi dengan antar muka sederhana dan aplikasi minim, jadi ringan sekali.
sudo apt-get update di Lubuntu 14.04

Laptop ini saya gunakan sehari-hari untuk kebutuhan browsing, menulis di blog, dan copy file dari kamera ke HDD external. Lainnya ringan-ringan saja, tidak edit foto dan edit video karena itu terlalu berat untuk laptop ini.

Membandingkan tiga laptop yang pernah Saya pakai, tentu paling suka dengan Asus N43S karena itu yang speknya paling tinggi dan yang Saya inginkan. Tapi yang paling bermanfaat buat Saya adalah Toshiba Satellite L740 karena laptop inilah yang saya miliki dan gunakan untuk mengerjakan skripsi dan urusan lainnya sampai kini. Syukuri saja apa yang dimiliki sekarang dan optimalkan penggunaannya biar tidak meniya-nyiakan rejeki.

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe