Full width home advertisement

Post Page Advertisement [Top]

Coban Baung terletak di dalam kawasan Taman Wisata Alam Gunung Baung, Pasuruan. Lebih tepatnya di belakang Kebun Raya Purwodadi. Di masyarakat sekitar berkembang legenda yang meliputi Coban Baung ini. Berkisah tentang seorang Putri yang kesepian karena bertapa sendiri di gua di balik air terjun, kasihan sekali, sudah tahu kesepian malah bertapa.
Ratusan Kelelawar terbang melintasi Coban Baung.
Namun bukan pertapa namanya apabila tidak sakti. Suatu malam, seorang pemuda desa yang rupawan merasa gerah ingin mandi di bawah air terjun. Ia pun berangkat, di perjalanan ia bertemu pak tua dan bertegur sapa. Pak Tua bertanya hendak kemana kah wahai engkau pemuda. Hendak mandi di bawah air terjun Pak Tua, begitu jawab si pemuda. Jangan mandi di sana, berbahaya apalagi malam-malam begini, himbau Pak Tua ingin mengingatkan. Tak apa lah, saya masih muda dan berani, saya akan berhati-hati, elak si pemuda dengan meyakinkan dan tetap berangkat ke air terjun. Dari balik air terjun Puan Putri yang memantau pemuda yang rupawan dari tadi mulai tertarik, ia ingin pemuda itu menemaninya malam ini. Langkah kaki pemuda itu pun semakin terasa ringan, sesampainya di air terjun ia mendengar suara tabuhan musik gamelan yang asyik, aroma wangi bunga yang semerbak, dan seorang Putri cantik bercahaya dari balik air terjun, ia pun terpesona dan menghampirinya, lelaki mana coba yang tak tergoda dengan kecantikan seorang putri, apalagi dia sakti. Mereka berdua pun bertemu, and they got what they want.

Malam itu seorang pemuda desa yang rupawan dikabarkan hilang entah kemana tak pernah diketahui. Legenda ini lah yang sampai saat ini berkembang di masyarakat dan mampu untuk mengingatkan agar para pengunjung berhati-hati apabila ke air terjun dan melarang untuk mandi di bawah air terjun. Apalagi kalau sampean pemuda laki-laki, kalau Puan Putri tertarik, bisa habis usia sampean. Cukup efektif untuk melarang pengunjung mandi di bawah air terjun, apalagi pernah ada kejadian seorang pemuda meninggal di tempat ini karena mandi, semakin memperkuat Legenda Coban Baung saja. Percaya atau pun tidak dengan legenda ini, di bawah air terjun airnya memang deras dan berbahaya apabila main air di sana. Tanpa ditakut-takuti cerita legenda pun seharusnya pengunjung tahu diri.



Nama Baung sendiri konon katanya diambil dari suara Macan mengaum yang terdengar dari air terjun hingga desa terdekat. Kisah ini pantas untuk dilestarikan bersama TWA Gunung Baung sebagai upaya menjaga kelestarian alam dan kearifan lokal.

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]