Hampir Lupa Membuat Surat Keterangan Sehat di Puskesmas

Awal bulan April Saya melakukan pendakian ke Gunung Gede di dalam kawasan TNGP. Hendak mendaki apalagi memasuki kawasan konservasi sudah barang tentu kita wajib mempersiapkan segala macam perlengkapan, termasuk administrasi. Oleh teman Saya di Jakarta sana yang memfasilitasi pendakian ini, telah disiapkan segala sesuatunya, kecuali perlengkapan pribadi tentunya. Sama satu lagi, Saya diminta mengurus surat keterangan sehat sendiri sejak jauh-jauh hari. Baiklah, bukan urusan yang rumit dan memang seharusnya begitu pikir Saya.

Surat Keterangan Berbadan Sehat
Sampai suatu malam di warung kopi. Betapa cerobohnya Saya, mengurus surat keterangan sehat saja bisa lupa, baru ingat saat itu, dua hari sebelum keberangkatan. Masalahnya, saat itu Saya berada di Malang. Sementara Saya harus berangkat dari Mojokerto hari Sabtu dan Saya baru teringat kalau belum membuat surat keterangan sehat pada hari Kamis malam. Sementara besoknya, hari Jumat, satu-satunya kesempatan mengurus surat keterangan sehat bertepatan dengan hari libur nasional, Wafat Isa Almasih.

Bagaimana ini? dalam pikiran panik Saya, apa besok Puskesmas tetap buka atau libur juga? Kalau pun buka apa Puskesmas tetap melayani urusan administrasi semacam surat keterangan sehat ini? Atau Saya harus ke Rumah Sakit saja bilamana Puskesmas tutup? Kalau ke Rumah Sakit apa biayanya tidak lebih mahal dari Puskesmas? Pertanyaan-pertanyaan itu mendadak menyeruak dalam kepala. Saya hanya memilih untuk menenangkan diri saja dari pada mencari jawaban itu, biar besok saja Saya buktikan langsung.



Esok hari, dengan harapan surat keterangan sehat dapat Saya dapatkan dengan mudah di Puskesmas saja. Pagi-pagi dalam perjalanan pulang dari Malang, Saya mampir ke Puskesmas Pungging. Menyapa petugas jaga yang hanya bertiga. Menyampaikan maksud kedatangan Saya. Oleh petugas jaga yang juga perawat Saya diminta masuk ke ruangan yang ditunjuk lewat pintu yang berbeda. Syukur, ternyata Puskesmas masih menerima urusan administrasi pembuatan surat keterangan sehat meski di hari libur nasional.

Langsung saja Saya berbaring di ranjang kemudian diperiksa tensi darah, tinggi badan, berat badan, kemudian ditanya mengenai penyakit yang pernah diderita. Dua hal yang membuat saya sumringah pagi itu selain surat keterangan sehat yang sebentar lagi jadi, berat badan Saya lebih ringan dari pada yang Saya kira dan tinggi badan yang juga bertambah dari terakhir kali mengukur bertahun yang lalu.

Setelah membayar ongkos belasan ribu, Saya pulang dengan perasaan bungah di hati dan besok siap mendaki.

0 komentar:

Post a Comment

My Instagram