Full width home advertisement

Post Page Advertisement [Top]

Pertama kali mengetahui tempat ini ketika melihat-lihat lingkungan sekitar rumah dari pencitraan satelit punyanya Google Maps. Saat itu Saya mengira danau buatan itu pasti bekas galian pasir, karena belum pernah dengar sebelumnya tentang danau di sekitar rumah. Di suatu masa di Mojokerto pernah sawah-sawah dan bukit berubah fungsi menjadi tambang galian pasir. Tapi tetap saja penasaran ingin membuktikan dan menyaksikannya langsung.
Kubangan besar bekas galian pasir.


Kemudian Saya pun mengunjunginya dengan sepeda yang baru saja diperbaiki setelah rusak karena lama tidak dipakai. Saya berangkat dari rumah sekitar pukul tiga sore dan sampai di sana sekitar empat puluh menit kemudian. Saya bersepeda hingga ngos-ngosan karena jalan yang Saya lalui banyak tanjakan selain karena sudah lama tidak bersepedah jauh.

Sampai di sana saya turun dan mencoba mendekat ke air tapi tidak pakai nyemplung karena sudah pasti airnya kotor dan berwarna hijau.
Sepedahku setelah diperbaiki.
Ini posting tentang danau bekas galian pasir sebagai alat pamer sepeda.
Sadel baru.
Handle rem baru, Handle Grip baru, dan handle pemindah sprocket gear baru.
Pemindah sprocket gear baru.
Rantai baru dan sprocket gear yang baru-baru ini diganti karena sudah rusak.
Danau bekas galian pasir ini terletak di Dusun Sugihwaras, Sampangagung. Tatkala sore, ternyata banyak warga sekitar memancing di sana. Banyak ikan Mujaer di sini sebut salah seorang warga yang Saya ajak ngobrol.
Air dan batu besar.
Warga yang sedang memancing.
Santai sendiri.
Semakin sore, harus segera pulang.

Saya tidak terlalu lama di sana, mengingat hari sudah sore dan Saya bersepedah. Harus segera pulang supaya tidak kemalaman sampai rumah.

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]